Ratapan Yeremia
ID gambar
abwasOT47
Keterangan
Yeremia duduk di antara bebatuan di atas Yerusalem yang hancur, tangannya terangkat dalam dukacita dan permohonan saat asap bergulung di atas tembok-tembok kota yang telah runtuh. Di sampingnya, seorang juru tulis mencatat perkataan sang nabi pada sebuah gulungan, memberi bentuk visual pada kesaksian penuh ratap yang dipelihara dalam Ratapan. Di bawah mereka, para penyintas yang tercerai-berai bergerak menjauhi reruntuhan, menggemakan pembuangan Yehuda setelah penghancuran kota oleh Babel.
Karya seni ini menampilkan sang nabi bukan sebagai pengamat yang jauh, melainkan sebagai pendoa syafaat yang merasakan luka bangsanya. Ratapan berduka atas kejatuhan Yerusalem sambil mengakui bahwa penghakiman datang karena ketidaksetiaan terhadap perjanjian. Namun di tengah dukacita itu, kesaksian Yeremia tetap menunjuk pada belas kasihan Allah, yang kemurahan-Nya tidak habis bahkan di tengah kehancuran. Gambar ini melayani tema pertobatan, pembuangan, pelayanan kenabian, ratapan bangsa, dan harapan setelah penghakiman.
Karya seni ini menampilkan sang nabi bukan sebagai pengamat yang jauh, melainkan sebagai pendoa syafaat yang merasakan luka bangsanya. Ratapan berduka atas kejatuhan Yerusalem sambil mengakui bahwa penghakiman datang karena ketidaksetiaan terhadap perjanjian. Namun di tengah dukacita itu, kesaksian Yeremia tetap menunjuk pada belas kasihan Allah, yang kemurahan-Nya tidak habis bahkan di tengah kehancuran. Gambar ini melayani tema pertobatan, pembuangan, pelayanan kenabian, ratapan bangsa, dan harapan setelah penghakiman.
Artis